Dua minggu terakhir ini, malam2ku aku lewati dengan menguliti lembar demi lembar novel seri terakhir Harry Potter and The Deadly Hallows. Akhir yang menakjubkan, amazing, dan aku pikir gak banyak orang yang bisa menebak.
Memang ada tokoh utama yang mati, seperti pengakuan J.K. Rowling saat merilis novel seri sebelumnya HP and The Half-Blood Prince, di seri itu The Half-blood Prince yang ternyata adalah Severus Snape membunuh Albus Dombledore. Tapi yang mati bukanlah tokoh central. Harry, Ron, Hermione plus Ginny bahkan di akhir cerita digambarkan bagaimana mereka menjadi sebuah keluarga.
Aku hanya mencoba menilai dari sisi yang lain, bahwa seorang murid yang terbelakang, freak, loser seperti Neville atau Luna bisa memberi manfaat yang besar bagi keselamatan dan kemenangan Harry, tapi bukan Neville atau Luna yang aku maksud, Severus Snape, that’s what I mean.
Why?
Menurutku yang sangat berperan besar dalam novel ini justru Snape. Kalo kamu baca dari buku pertama, kamu pasti tahu kalau Snape sangat membenci Harry, dan kamu berharap Severus lah penjahat utama selain Voldemort. Memang Snape sangat membencinya, tapi bukan karena dia seorang Pelahap Maut, atau pendukung setia Voldemort, bukan…bukan itu. Alasan Snape membenci Harry sangat simple, sederhana dan merupakan alasan dasar bagi siapa saja orang baik bisa berubah become an evil, atau kebalikannya. Juga alasan kenapa Lily Potter mengorbankan nyawanya untuk kehidupan anaknya, alasan kenapa Fleur Delacour bersedia tetap menikah dengan Billy Weasley even he’d been bitten by Fenrir Greyback the werewolf.
Ya, Snape membenci Harry karena CINTA, bener, hanya karna cinta, Snape sangat tergila2 dengan Lily Evans, bahkan sampai mati pun dia masih mencintai Ibu dari Harry Potter itu. Dia membenci Harry karena anak itu terlalu mirip dengan ayahnya, baik sifat maupun fisiknya.
Sewaktu Snape masih sekolah di Hogwarts, dia anak yang terbelakang, tanpa teman, suka menyendiri, tidak bisa Quidditch, bukan kesayangan guru, tapi Severus sebenarnya pintar, sangat pintar malah, hingga bisa menguasai Ramuan, dan membuat sihir2 baru berupa kutukan mematikan sekaligus kontra kutukannya. Snape cuma punya satu teman dekat, Lily Evans. Snape bertetangga dengan Lily, seorang Muggle yang sewaktu kecil bisa berbuat keanehan melayang dari ayunan di depan Petunia, saudaranya. Snape lah yang memberi tahu kalo Lily adalah penyihir, dan nanti akan ada surat dari Hogwarts yang akan memanggil mereka untuk bersekolah.
Seperti kebanyakan pemikiran dan ego seseorang yang mencinta, Snape merasa kalau dia lah yang berhak menjadi pendamping Lily, karena dia bertemu, mengenal dan berteman dekat lebih dahulu dari siapapun cowok di Hogwarts yang ingin mendekati Lily. Apalagi jika cowok itu seorang James, Seeker Gryffindor sang juara Quidditch, tidak terlalu pintar tapi selalu mendapat perhatian guru dan teman2nya, selalu didampingi teman2 dekatnya untuk membuat kenakalan anak sekolah umumnya, yang setiap malam bulan purnama selalu pergi ke hutan terlarang bersama Sirius, Peter, n Remus yang Snape gak tau keonaran apalagi yang mereka buat disana, yang selalu mengganggunya dengan sihir2 yang anehnya buatan Snape sendiri, hingga heran mengapa James bisa mengetahui sihir ciptaannya.
Snape cemburu, menyesali masuknya Lily ke asrama Gryffindor, bukannya ke Slytherin bersamanya, dan meratapi kedekatan Lily dengan kelompok James.
Mereka berdua berdebat akan kedekatan Lily dan James cs, Lily mempermasalahkan kedekatan Severus dengan anak2 Slytherin yang sering mengganggu anak lain dengan menggunakan sihir hitam, sedang Lily membela James yang walaupun sedikit usil tetapi tidak menggunakan sihir hitam.
Tapi Severus mempertanyakan apa yang anak2 itu lakukan di malam purnama di hutan terlarang, yang sayangnya Lily juga nggak tau kalo James, Sirius n Peter sebenernya bertransformasi menjadi rusa jantan, anjing dan tikus, menemani Remus Lupin yang berubah menjadi srigala. Mereka berdua hanya bisa mengira bahwa James berteman dengan seorang werewolf.
Lily masih tetap perhatian ama Severus, mengajak bicara, dan tetap dekat dengannya. Sampai Severus melakukan satu kesalahan yang tak termaafkan. Di suatu saat, Severus yang marah melihat Lily bersama James cs kemudian mengumpat Lily dengan sebutan Mudblood.
Mungkin sejak saat itu Lily menjauh dari Severus, meski dia sudah memohon ampun dan maaf, dan mengakui itu bukanlah kesalahan yang ia sengaja, Lily tetap tidak bisa memaafkannya, karena Lily menganggap Severus juga seorang palahap maut dan pengagum Lord Voldemort hingga dengan teganya Severus mengumpat dengan sebutan Mudblood, dan akhirnya Severus membenci James dengan sangat, hingga ketika ia melihat Harry seakan-akan sosok James sedang tertawa2 di depannya. Kisah cinta biasa sebenarnya, sangat sering terjadi di dunia kita, atau di sinetron mungkin.
Snape menjadi anggota Pelahap Maut, dan mengabdi pada Voldemort, namun sejak Voldemort membunuh Lily, dan atas bujukan (tekanan mungkin) dari Dumbledore, Snape ingin membalas kematian kekasihnya, akhirnya Snape berada dalam lingkaran Dumbledore untuk memata2i Voldemort, yang menugaskan Draco untuk membunuh Dumbledore, Snape diperintahkan oleh Dumbledore agar ia yang mengekskusi kematiannya secara langsung tanpa rasa sakit sedikitpun. Dumbledore tau ia tak akan hidup lebih dari 1 tahun karena terluka saat mencoba menghancurkan salah satu horcrux Voldemort berupa Cincin milik Marvolo Gaunt, kakek dari Voldemort.
Akhirnya Snape sendiri mati di tangan Voldemort karena ambisinya untuk memiliki Tongkat tak terkalahkan, Elder Wand, yang akan berpindah kepada penyihir yang membunuh pemilik sebelumnya. Ya, karena satu alasan, Dumbledore memiliki tongkat itu, kemudian berpindah pemilik pada Severus Snape (seperti yang Voldemort pikir), karna itulah dia membunuh sendiri Murid, Pelahap Maut, dan Pengikut yang dia pikir paling setia padanya.
Di akhir kematiannya, Snape yang sekarat memberikan kenangan2 yang berguna kepada Harry, yang berada di dekatnya memakai jubah gaib saat Voldemort membunuh Snape. Termasuk kenangan saat ia pertama kali berbicara dengan Lily Evans di waktu cewek itu bermain ayunan dengan Petunia kakaknya. Kenangan yang menggambarkan pada Harry, betapa Snape sangat mengagumi dan tergila-gila dengan ibunya, bahkan sampai ia mati, dan ia mati untuk Lily Evans, Cinta Pertama dan Cinta Terakhir, Satu-satunya Cinta yang dimiliki oleh Severus Snape. Love of His Life…
Entries (RSS)
^_^, wow !!! kayaknya gw jadi ga perlu baca bukunya… dah de review dengan baik nih ^_^