Posted by: h0541n in dari hati
Aku tak begitu yakin apa aku
harus menulis ini… Karna aku juga gak yakin aku tau
tentang apa yang aku rasakan saat ini. Perasaan yang campur aduk,
sepertinya semua sensor dan sistem indra terotomatisasi berfungsi dalam waktu
yang bersamaan.
Senangnya… sama seperti waktu
aku ngeliat papan pengumuman di kampus Universitas Mulawarman, dan melihat
namaku terpampang disana, lulus UMPTN di Fakultas Kedokteran salah satu
Universitas yang cukup ternama di Indonesia. Sampe sujud syukur di situ juga,
gak peduli banyak orang ngeliatnya.
Bingungnya… setali tiga uang,
waktu papi menyuruhku memilih ekskul mana yang mau aku jalanin pas SMU dulu,
Badminton, dibelikan raket, atau Sepakbola, dibeliin sepatu, dan dia bilang,
aku harus milih salah satu, gak boleh dua-duanya. Damn it, aku bener2 hobi 2
olahraga itu, keputusan sulit yang harus kuambil.
Bangganya… sebangga yang pernah
aku rasain dulu, waktu aku bisa lulus berbagai macam ujian masuk PTN, sekolah
tinggi, atau pendidikan di perusahaan perminyakan ternama di Balikpapan, dimana
aku tinggal milih aja mana yang mau aku jalani. Dan dengan bangga aku memilih
salah satu Sekolah Tinggi gratisan, yang langsung bisa kerja jadi PNS di
Departemen yang bonafid punya, jadi gak lama-lama nyusahin orang tua.
Sakitnya… persis ketika aku
terjerembab di trotoar jalanan, pas vespa abangku yang aku kendarai oleng
gara-gara menghindari gadis kecil yang ragu-ragu menyebrangi jalan raya, seperi
kucing mau nyebrang, waktu aku esempe dulu, sampe gak bisa napas. Kecelakaan terhebat
yang pernah aku alami.
Perihnya... sama banget, kayak
waktu aku dikerjain teman SD dulu, yang katanya, supaya luka di lutut yang aku
dapet gara-gara terlalu bersemangat maen gobak sodor itu, bakalan cepat sembuh
kalo ditetesin jeruk nipis tepat di tengah2 lukanya, dan dia sendiri yang
nawarin buat netesin jeruk sialan itu, ampe tereak2 bikin kaget satu kampung
aku dibuatnya.
Sedihnya… mirip juga, waktu aku
terakhir kali berbicara dengan nenek di ruang ICCU RSU AW Syahranie Samarinda,
kelas 3 SD, yang kemudian malamnya, nenek sudah tiada, meninggalkan keluarga
kami untuk selamanya, padahal, dia orang tua dari orang tuaku yang
masih ada, ngerti gak sih maksudnya, ya gitu lah pokoknya, bikin aku gak punya
kaken n nenek lagi gitu lho.
Ah… rasa ini, seperti gado-gado,
atau es campur saja aku BUkan kali pertama aku alami rasa ini Aku pernah mengalaminya, bertahun-tahun yang lalu… Dan sejak saat itu, berulang kali
aku mencoba untuk mendapatkan rasa yang sama, namun semua yang ku dapat tak
berarti apa-apa kecuali hampa.
Dan kali ini, tanpa bisa aku
duga, begitu saja datangnya, tiba2 rasa itu hadir lagi dalam hati yang sekian
lama beku dan membatu ini. Hanya saja, rasa kali ini sedikit
berbeda. Lebih dalam, lebih realistis, dan lebih gak logis.
Ini bukan cinta… Karna cinta
gak akan sanggup menggambarkan semua perasaan yang menggelembung dalam segumpal
darah di dadaku ini.
Tidak…rasa ini lebih dari
sekedar cinta
Aku sadar dia membuatku sakit,
tapi sakit ini justru membahagiakan sukmaku, rasanya aku ingin membuat ribuan
luka di tubuh ini, lalu meneteskan semua luka itu dengan jeruk nipis paling
asam di dunia sekalipun, untuk mendapatkan sakit itu lagi, dan lagi. Saat
lukanya akan menutup, aku akan membuat luka yang baru lagi. Karna Sakit ini sudah mencandu
dalam otakku.
Aku mau ikut semua ujian PTN
lagi, dan dengan bangga lulus semuanya lagi… Aku rela semua kakek nenekku
hidup lagi, kemudian satu per satu meninggal lagi… Aku sudi, terbingung-bingung
disuruh milih badminton atau sepakbola lagi.. Aku gak nolak, naik vespa lagi
trus tabrakan hingga puluhan tulangku patah-patah…
Aku mungkin sudah gila…. dan
aku gila karna kamu…
Ayo… terus saja, sakiti aku, karna
sakit itu justru menguatkan rasa ini… Terus saja, perihkan hatiku,
karna perih itu akan membangkitkan semangat ini… Terus saja, pedihkan jiwaku,
karna pedih itu malah memberiku kekuatan, untuk setia menunggumu, hingga datang
saatnya kau menerima cintaku…
Memang, saat ini kamu gak
melihatku, tapi bukan berarti aku gak ada.
Banggakan aku, bingungkan aku,
sedihkan aku, berikan sakit itu..
Tusuk aku dengan pisau pedihmu
dari depan… dan tombak perihmu dari belakang, biarkan mata pisau dan ujung
tombak menyatu tepat di tengah jantungku…dan aku akan tetap menjaga rasa ini
untukmu…
Karna aku mungkin sudah gila, dan
aku gila aka n
dirimu …
Untukmu Negeriku, Apapun… Engkau tetap Indonesiaku
4 Comments »
Posted by: h0541n in dari hati
Sudah lama sbenernya ane pengen
nulis sesuatu buat ngisi blog yg ane punya. Keren aja gitu kalo ngeliat temen2
lain yang rajin ngisi blognya dngan berbagai artikel, komentar, curhat n segala
macemnya, rasanya enak ya kalo punya tempat
tuk mencurahkan apa yang ada di kepala dan hati kita, memberi komentar tentang
kejadian2 di sekitar kita, tanpa peduli dan tanpa takut komentar orang lain,
atau konsekuensi dari komentar yang kita tulis, santai aja, blog ini punya
guwa, lo lo yang pada baca gak perlu sewot kalee, jadi cukup ngasih comment
aja. pISS…
No Comments »
Posted by: h0541n in dari hati
0541-733XXX Perlahan aku menekan tombol dengan kode area Samarinda itu melalui handphone
ku…
Tuuttt…tuuu…ceklek.. Belum selesai nada sambung kedua,
seorang wanita menjawab telepon di ujung sana,
“Haloo…” “Assalamu’alaikummm…” “Wa’alaikumsalaammm…” “Pak Djuhaini nya ada??…”
Telepon tertahan, sayup terdengar
percakapan di rumah itu…. “Papiiiii…buat mu nahh…dari
Kepala Sekolah…” dilanjutkan bisik-bisik cekikikan… Ahh…mami…masih saja suka bercanda
dengan kekasihnya itu, padahal aku yakin, dari suaraku saja, mami sudah tau
kalau aku yang menelpon…
“Ya…halo…Assalamu’alaikum…” “Wa’alaikumsalaamm… Selamat Ulang Tahun Pi…. Sudah 70 tahun
nih….” “Hahaha….Makasih nakk…
Alhamdulillah, tidak terasa ini…Papi sudah makin tua saja, dinama kamu ini?” “Masih di kantor Pi, Pontianak… Jadi, bikin acara apa dsana?” “Ahh…mana ada, mami mu aja yg masak, seperti biasa, trus baca doa selamat,
itu aja sudah…” “Kadonya dek!!! Kalo gak angpaonya aja!!!” terdengar teriakan salah satu
kakakku di belakang sana.
“Hahaha…gak…gak usah…ditabung aja uangnya buat kuliah di Jakarta nanti,
kirim doa aja ya nak…” Papi menjawab tanpa aku bertanya, dia memang mengerti, selalu saja mengerti. “Iya…Insya Alloh moga sisa umurnya diberi kesempatan banyak2 ibadah… Jadi,
gimana tuh, anak bungsunya yg cewek sudah dilamar katanya, sudah netapkan
tanggal kah?”
“Alhamdulillah….akad nikah kakakmu tgl 24, resepsinya 26, Oktober…Ya Nor
ya?? Dia bertanya, meyakinkan, dan dijawab ya oleh kakakku yg dari 8 orang,
tinggal dia yg belum menikah, selain aku tentunya, si bungsu lelaki. “Kalo gitu….saya mau minta ijin ini….mmm…” suaraku sedikit tertahan, ragu
rasanya. “Mmm..knapa, mau bareng juga nikahnya? Hahaha…” Dia emang suka bercanda,
papiku itu, ada-ada saja.
“Hahaha….” Aku tertawa kering. “Bukan itu…berarti saya gak bisa pulang lebaran
ini Pi. Masalahnya kan sayang kalo bolak-balik, tanggal itu kan pas banget
akhir bulan Syawal… gak pa pa kah ? ” “Ohhh…ya gak apa2 lah, kamu kan sudah lama kerja disana nakk, pasti banyak
teman juga kan yg harus dikunjungi, jadi gak terlalu sepi lah kalo lebaran
disana itu . ” “Iya kah… bener gak apa-apa ?” aku tau dia pasti kecewa, aku anak terakhir
yg dari kecil, paling ia banggakan.
“Iya, gak apa-apa, betul, kan sudah jadwalnya seperti itu, masih suasana
lebaran juga kan, kemaren bulan maret juga sudah pulang kan, ya gak masalah
lah. Nanti abis kuliah juga bisa puas-puas disini kan, berapa lama kamu
kuliah ? ” “2 tahun Pi…ehm” suaraku tercekat di ujung leher, dia bener2 bisa mengerti,
padahal dulu, aku sering kali berselisih paham dengannya, dan keputusan yang
kuambil, selalu saja bertentangan dengan keinginannya.
Aku ingat, dulu waktu mau masuk SMP, dia ingin aku bersekolah di SMP 6,
dekat rumah dan tempat ia menjadi Ketua BP3, tapi aku tidak, aku memilih SMP 1,
yang jaraknya dari rumah justru sangat jauh.
Lalu waktu mau masuk SMA, dia menyarankan supaya aku sekolah di SMU 2, yang
jaraknya cuma sejengkal dari rumahku. Lagi2 aku gak setuju, dan memilih SMU 1,
yang kata oarang-orang, tinggal manjat tembok pindah ke sebelah gedung buat anak2
alumni SMP1.
Begitu pula dengan keputusan ku yang lebih serius bersaing dalam pemilihan
Ketua Rohis SMU, ketimbang menjalani penjaringan Balon Ketua OSIS, yang
jelas-jelas, papiku itu bilang, lebih bergengsi. Tapi waktu itu, setelah
menjelaskan alasan2ku, ternyata dia bisa mengerti apa yang aku pikirkan, dan
sepertinya sejak saat itu, dia selalu bisa mengerti semua pilihan dan
keputusanku.
“Yaa sudah kalau gitu, nanti waktu penjaringan Balon Ketua OSIS, kamu
telat-telat aja datengnya, 1-2 jam lah, sudah pasti gak kepilih tuh”,
Hihihi…dia malah memberi tips dan trik nya. Dan benar saja, aku gugur di tahap terakhir, gak
masuk 3 besar. “Komunikasi, yang penting itu, asal kamu bisa jelasin dengan baik, dan
alasannya masuk akal, Papi pasti terima setiap keputusan yang kamu ambil nak.” begitu yang pernah dia bilang,waktu aku tanya knapa kita berdua sering berbeda pendapat.
“Trus…kapan kamu berangkat ke Jakarta?” aku tersadar dari lamunan… “Mmm…sekitar akhir Desember ini Pi, masih nunggu surat panggilan soalnya.” “Begini, tempo hari, papi ditanya sama Om kamu, nawarin tinggal di
apertemennya di Jl Sudirman, katanya sekarang kosong, cuma ada yang bantuin
jaga2 aja sekali-sekali kesana, kira-kira mau kah tinggal disana?” Hhmm…Sudirman
kan jauh juga dari Bintaro, walaupun cuma 1x naek Transjakarta.
“Wah..agak jauh juga tempatnya Pi, lagian gak enak juga, masak mau kuliah
trus tinggal di tempat mewah gitu, gak biasa kayaknya, ntar susah kalo ada
keperluan di kampus juga kan, liat nanti lah, kalau ada kendaraan mungkin bisa,
tapi kayaknya lebih bagus ngekos aja, sama teman-teman. Soalnya kampus saya bukan
di Jakarta, Tangerang Pi…”
“Ohh..iya sudah, benar aja. Mmm sebentar dulu, anu… itu sepupu kamu si
Mamad, katanya mau pendidikan juga dari kantornya itu, 6 bulan, ketemu aja
kalo’ nanti dsana ya? ” “Oh iya kah, sudah dsana kah dia?” “Waduh…kurang tau juga saya ini,
nanti papi tanya lagi lah. ” “Oh…iyah..moga aja bisa ketemu
lah disana ntar.”
“Eh… sudah tau kah ponakanmu itu
masuk mana, si king-king? “Gimana…ceritanya?” “SMA 1 kasian, hebatt, waktu
penerimaan rangking 7 malah, dari 300an itu.” “Ahh..sudah diatur kali tuh, sama
Papi.” Sekarang ia memang Ketua Komite disana, heran juga, justru dia yang
sekarang senang kalo ada cucunya yang masuk SMA1, coba waktu dulu, hmmm… “Mana adaa…Kepala Sekolah aja gak
tau itu kalo ada cucunya Papi ikut tes, waktu sudah lulus baru Papi bilang sama
dia.” “Trus, sudah mulai sekolah kah
dia sekarang….?” “Iya kasian… Tau lah,
hihihi….jadi Ketua Kelas….gak mau kalah sama Omnya kalo’…” “Hahaha….bagus aja, kok bisa kepilih?” “Yaa itu, heran juga, dipilih cewek-cewek katanya…”
“Hahaha….ngade-ngade jak,” masih tetep suka bercanda orang tua ini,
sampe-sampe aku gak sadar kalo aku menanggapinya pake logat Pontianak.
“Jadi…apa kegiatan sekarang?” “Kerja aja Pi, sperti biasa aja, ini juga lagi ngurus cuti kuliah, takutnya
ntar di Jakarta Drop Out, trus dikembalikan ke Pontianak, kan tetep bisa
nglanjutin S1 nya, sayang kalo dilepas Pi…”
“Ya..kalo bisa jangan gagal yah, nanti diurus aja, minta penempatan di
Samarinda, Balikpapan, atau Banjarmasin lah masih dekat…” nada bicaranya penuh doa
dan harap. Aku terdiam, tak bisa berjanji, takut kalau harapannya tak bisa ku penuhi.
“Yaa nakk…” mungkin ia bingung juga kenapa aku diam, belum bisa aku
jelaskan saat ini, nanti, pasti datang saatnya. “Iya..doain aja ya Pi…” aku menjawab, mencari area yang aman, agar tidak
ditanya lebih jauh.
“Insya Allah, selalu didoakan kok…Mau bicara sama mami kah?” Tawaran yang
menggiurkan, tapi..ini sudah terlalu lama, lain waktu pasti ada, dan biasanya
waktu untuk mami ada di setiap minggu ba’da subuh, hari ini belum gilirannya.
“Gak usah kayaknya Pi, nanti aja saya telpon lagi..Itu aja dulu ya” “Oh Iyaa..yaa..sudah..” “Selamat Ulang Tahun lagi ya Pi…” “Haha…iya ya..makasih nakk…”
“Salam aja buat semuanya, love
you all” merinding aku mengucapkannya. “Hah…ya iya…. apa??”
Gedubrak….ngerti gak ya dia, hihihi, bodohnya aku “Ahh…nggak…gak apa-apa Pii, udah
dulu ya, Assalamualaikuum…” jadi malu sendiri nih… “Ya… Wa’alaikumsalaam Warohmatulloh Wabarokatuh.” Slalu begitu,
menjawab salam singkatku dengan sangat lengkap, dan aku tau, di balik sepenggal
salam itu, tersirat jutaan doa darinya.
Pontianak, Jum’at 15 Agustus 2008 Pukul 16.10, Gudang Berkas, Seksi
TUP KPP Pontianak
No Comments »
Posted by: h0541n in dari hati
Ya, 8 Nop 2002, lima tahun yang lalu, tepat pada hari ini,
dan bertepatan pula dengan tanggal 5 Ramadhan 1423 H, untuk pertama kalinya aku
menapakkan kaki di bumi khatulistiwa ini. Sebelumnya, gak pernah terpikir
dan terbersit di hati kalo aku bakal mencari sesuap nasi di kota orang, di perantauan nun jauh dr kampung
halaman, ceileeee… dramatisir neehhh.
Tapi bner loh, kira2 3 bulan
sebelumnya, sekitar agustusan, bertepatan ama hari kemerdekaan RI tahun itu,
aku nonton berita di TV, kalo gak salah Seputar Indonesia di RCTI deh, yg meliput perayaan HUT RI di
Pontianak yg ngadaain lomba Balap Perahu di Sungai Kapuas n lomba berenang
nyebrangin sungai itu jg, waktu itu aku pikir, wah asik juga neh kalo di Smd
ngadain acara ginian, palagi di tepian Sungai Mahakam tuh, kereennn…
Eehhh.. gak taunya malah
(mungkin) supaya akunya bisa nonton acara gituan, aku malah ditakdirkan untuk
pindah ke pontianak, n tragisnya, pas aku dah di sini, malah ampe skrg acr yg
kayak gitu malah gak ada, n aku denger skrg malah di smd yg ada, waduh, cian
bgt seh. Emang kata2 itu doa ya, jd mestinya aku lebih berhati2 dgn kata2 yg
aku ucapkan.
Jd inget, waktu itu ak jg pernah
bilang ama someone : “ Neng, kalo ntar qta pen4anx jauhan gmana ya?”, trus dia
jawab : “Sstt.. a’, jgn ngomong gt, kata2 itu doa loh… (pake logat iklan
indomie yg versi sahur). Eehh… beneran deh kejadian doanya dikabulkan, dianya di balikpapan, akunya di ponti.
Waktu itu hari Jum’at (Gila,
kurang berkah apa coba, udah Ramadhan, Jum’at lagi), pesawat brkt jam 10an, jd
dr balikpapan aku brkt jam 7, yg nganter tuh satu kampung, kayak pak RT mau
naek aji gt deh bro, hahahaha… maklumlah ane anak paling bontot, jd dr ortu, ampe
ipar n ponakan2 jg pd ngebet pengen nganterin, n ane jg atu2nya anggota
keluarga yg mesti pindah ke t4 nun jaoh di mato. Padahal, kl gak salah, Tekad cm
dianter bapaknya doank ( bner yak kad, agak lupa jg aku kad, sorry).
N waktu itu, si someone ikut
nganterin jg, pas di mobil, sodara2 ane ngolok2 tuh, sok bacain puisinya Rangga
buat Cinta, persis bgt kyk pelem AADC, cm bedanya perginya bukan untuk satu
Purnama, tapi satu Gerhana kaleee….. wakakakkakakak…..
Bedanya ama sekarang, dulu
pesawatnya langsung dr BPN to PNK, gak singgah2 dulu bikin bokong makin panas. Waktu
itu di bandara, kita berdua ketemuan jg ama Masykur, Ichsan, n Bambang, emang
dah janjian seh. Pake Merpati, jenis pesawat Fokker 27, lupa nomer penerbangan
berapa, tiketnya jg g tau kmana ilangnya, harga tiket 1 juta kurang dikit.
Inget banget duduknya di dket jendela darurat, bertiga, aku di dket jendela,
bambang di tengah, trus masykur dket lorong. Trus, dulu tuh ya, makananx msh
enak2, minumnya bisa milih, mau kopi, teh, sprite, coca cola, ato fanta ( wah
bandingin aj ama skrg, roti plus aquades..wakakakak). Yg bikin malu2in, Masykur
udah tau minumnya gratis, eh malah nambah ampe 3 gelas (lebih kalo g salah
sih), beda2 lg, abis sprite, fanta, trus penutupnya kopi, padahal sebelumnya
mikirnya lama tuh, mau buka puasa apa gak. Si ichsan lgsg tegas aja mbatalin
puasanya, aku ma bambang aj yg nerusin puasa, makananx dibungkus gowo mulih.
Masykur itu tuh yg mikirnya lama, tp mesenx segudang, mgkn kalo makananx boleh
nambah dia nambah deh. (Msh ingat gak kur, jgn2 ente udah lupa tuh).
Sampe di dket bandara, lha kok…jd
bingung, “bro kita mau pendaratan darurat neh kayaknya”, kubilang gt ama
bambang n masykur, gmana gak bingung, lha wong liat ke bawah kok adanya sawah
semua ya??? Secara (nah..sok gaul neh) kalo di BPN bandaranya kan di pinggir laut bro, jd bingung, begitu
di ponti liatnya sawah. Ampe di bawah, ngeliat bandaranya, waah kecil bgt,
bisnya jg katrok gt deh, kyk bis jurusan Samarinda-Sambutan PP, hehehe.
Tempat ngambil bagasinya jg old
school gt, baggage rownya lurus, ampe barang2nya
numpuk di ujung, biasanya kan muter tuh, jd yg belum liat brngnya bs nyari lg
pas muter2 gt, lha ini, hrs ngulek2 nyari tumpukan barangnya, ampe ketindis2
tuh kardus, pdhl isinya jajanan kue dr ortu masing2 tuh, inget banget tekad
kuenya cm 2 macem tp tempatnya gede gt deh, bisa buat buka puasa ngganjel perut
ampe lebaran 2 minggu gak abis2.
Ampe di luar bingung mo ngapain,
ama mas Amran, kk kelas D3 Akuntansi (Ak) angkatan 2000 yg wktu itu pen4an di smd, aq
dkasih no hp temenx yg di ponti, berhubung waktu itu kita2 blm ada yg punya
hape, jdnya ya qta2 ke wartel lah, skrg kyknya wartelnya udah gak brfungsi lg
deh.
“Oh iya, iya, udah di bandara toh,
kok gak bilang dr td, maksudku itu nelponx mestix pas di bandara balikpapan td,
soalnya bandara ama KPP msh jauh, ntar deh aku telponin tmenku yg di kanwil,
lagian dsini mobil dinasx lg dpake semua” Gt kata mas nun jauh di seberang
telpon sana, namanya mas Anggit.
Nunggu stengah jam, akhirnya datang jg, mobil dinas nomer platnya kalo gak
salah KB 1129 A ya, maaf kalo salah. Yg jemput 2 orang, Mas Jun D3 Ak 2000, ama yg nyetir mobil mas
Ibnu, D3 pajak 2001, dr bandara ke kanwil nurunin Bambang, mas Jun jg turun
dsitu sekalian, salaman bentar ama yg di Subag RT, Ibu Ros waktu itu kepalanya (sekarang
di KPP ane jd anak buahnya bro). Trus dianterin ke kos2an depan kantor Pos, sebelumnya
nglewatin KPP, dtunjukin, itu tuh kantor mu ntar. Ampe di kos2an naruh barang,
trus Masykur ama Ichsan dianterin ke kos2annya yg deket Kantor sementara PBB,
waktu itu Kantornya br aja abis kebakaran, jd pindah dl deh for a while.
Gak lama Mas Ibnu dateng lg njemput, trus ane n Tekad dianterin ke KPP,
dsambut dengan karpet merah, pesta meriah, champaigne, cognac, n chivas,
bravo..bravo… welcome 2 the jungle. wakakakakak…… khayalan tingkat tinggi.
Tapi waktu itu gak nyampe masuk kantor, soale msh pake baju bebas, aku aja
pake celana pendek selutut lebih dikit, (waktu di kanwil gak kepikiran tuh
masuk2 kantor pake gituan, ampe dibilang bu Ros msh kayak anak kecil aja..hahaha).
Jd di luar kantor aja, yg keluar waktu itu mas anggit ama mbak lely, ngobrol2
dikit, n dengerin petuah2 bijak dr senior, n ternyata mbak lely itu dr kaltim n
satu almamater jg bro, malahan dia itu yg pertama kali dit4in di Kalbar, yah lumayan ada
tempat sharing lah kl gt. Abis itu trus dianterin pulang.
Ampe di kos nemuin ibu kos yg
ternyata, yah, standarnya ibu kos lah, agak bawel, dikiiittt. Hmm… Jd ini ya kos2an ane, bakalan g lama neh
dsini kyknya. Malamx, malam sabtu, bukannya tarawih, eehhh, aku malah jalan ke
mal ama tekad, nanya ama k2 kelas yg satu kos, mas Hambali namanya, kalo ke mal
pake oplet aja, ntar turun di Caesar, ampe sana liat aja ada Antena yg tinggi
bgt, itu tuh malnya. Jadi deh, malem pertama di Mal Matahari, pas pulang udah
jam 8, nah loh…bingung, “Kad..Kad, kok gak ada oplet ya???, “
“ Iya, ya, mana ya dir?” bingung dah, msh jam segini masak opletnya kagak
ada. Yahhh.. jalan kaki deh pulangnya, mana banyak tikus lg di deket got2nya
gt, tau aja ane plng jijai ama tikus, ini kota kayak kota gotham di komik
Batman aja ya, serem. Ampe perempatan dapet jg oplet, tp gak lewat kos2an
kyknya, turun deh di depan telkom, jln kaki lg sambil nebak2 arah, liat KPP,
ahh udah aman tuh, tinggal lurus aja, pulang kos, trus tidur, selesai deh hr
pertama ane di Ponti City.
5 tahun kemudian, artinya hari ini.
Gedung KPP udah modern, pagarnya
gak kayu lg, mushollanya udah pake penampung air, n tempat wudhu udah ada
atapnya, udah ada dzuhur berjamaah, dulu seringnya kalo dzuhur pada pulang ke rumah. Tempat
parkir makin luas, taman makin kecil, halaman belakang udah jd gudang, bukan
tempat sampah lg. Udah bisa Intranet n Internet, dl cm ada Dumb Terminal n PC
masih langka, skrg msng2 udah bnyk yg pake leptop n notbuk. Halamannya udah
batako, dl msh tanah doank, bs buat maen kelereng ama anak2 pegawai yg br
pulang skul sambil nungguin bokap/nyokapnya plng istrht. Dulu hampir semua
pegawai doyan ngupi n sarapan di warung sunda depan, ampe jam 9, sekarang udah
jarang, malu kalo jam kerja msh keluyuran, n sarapan juga udah bs pesen di kantin
trus lgsg dianterin ke meja msng2. Dulu mainannya di PC tuh Spyder Solitaire,
Pinball, BeachHead 2000, Magicline ama Mahjong, sekarang mainannya Age Of Empire II, Counter Strike,
MotoGP, Football Manager07, ama Winning Eleven, bisa pake stick lg, kayak di PS2,
tp sebagian msh ada jg yg setia ama solitairenya, biasalah, angkatan babe guwe.
Kantor
PBB udah balik lg k kantor lama, arsitekturnya keren, kayak kelenteng,
tapi kl kelenteng warnanya merah, yg ini warnanya biru, kalo saranku
sih ditambahin lonceng atau gong besar aja trus kasih tali, jadi para
pegawai kantor itu kalo ngabsen gak usah pake tanda tangan di lembar
absen, langsung aja narik talinya ampe bunyi dong..dong…dong.
Mal udah nambah 2,
tp yg satu malah mo tutup, mungkin gara2 tempatnya aja yg nggak
strategis. Bandara udah lumayan bagus, bisnya udah keren udah pake bis
jurusan md-sambutan lg, tp
baggage rownya tetepp…. lurusss, kagak berubahh.
Kos2an yg dulu, skrg udah jd
warnet, punyax temen kuliahku di ekstensi FE Untan, kadang2 nongkrong
dsana ngobrol2, palagi sore2 pulang kerja. So….now ngontrak berlima,
beda angkatan semua, yg satu beda instansi
malah. Dulu sempat pindah kos 1x, yg kos pertama cm bertahan 6 bulan,
abis
prajab lgsg cabut, tekad malah duluan cabut sebelum prajab, kos2an yg
kedua ibu kosnya baiiiik banget, kita2 dah dianggap kayak anak ndiri.
Dmasakin makanan kalo malem, ada telponx, bisa puas2in deh nerima telp.
Punya
2 anak cewek, yg temen2nya sering dateng maen ke rumah, lumayan buat
penyegaran,
hehehe. Abis 1 tahun ngekos,diajak senior ngontrak, dulu jd paling
junior d rmh,
sekarang udah tua, bangkotan, jd yg senior.
Sekarang udah kuliah, semester 5,
paling lama 3 tahun lg insya 4JJI selesai, palin lama tuh, kali aja pas
ane malez bgt bikin skripsi jadinya nunda2. Soal wanita??? Still no
one, single fighter. Siapa?? si neng yg dulu, yg aa tinggalin untuk
satu gerhana??? Ohh.. dia mah udah nikah skrg, gara2 ama ane blm ada
kepastian, jd ya dtinggalin. Gaji??Penghasilan?? Pertama kali dapet
uang tunggu 300rb per bulan.
Gajinya dulu 500rb, skrg 2xlipat lebih dikit. Tunjangan? Dulu 500rb,
skrg 2
juta kurang banyak. Pengeluaran?? Dulu 300rb bisa tahan 1 bulan,
sekarang
hampir 3 juta (udah termasuk uang makan) gak cukup2, rata2 2jtan
perbulan.
Soalnya dulu makan 5000 udah bisa dapet yg enak, sekarang 5000 cm dapet
nasgor
gak pake telor dadar di depan kantor.
Sekarang, Nasib temen2 ane yg dulu 1 pesawat bareng ke PNK???
Bambang——-Lulus
tes D3 khusus pajak thn 2005, Jakarta
msh nunggu kelulusan, lajang
Ichsan———-Lulus tes D3 khusus Ak thn
2005 , Jakarta sekarang ditempatkan diKanwil NTB Mataram, lajang
Masykur——–Masih
di KP PBB, Pontianak, istri satu, aseli ponti anak 2, putra putri.
Tekad———-Masih di KPP, Pontianak, lagi bahagia2nya dgn putra
pertamanya, istri satu, aseli japon.
SAYA———–Masih di KPP, masih gak lulus tes D3, masih
lajang, masih belum punya rumah, masih blm punya motor (yang ada minjem), masih
nol tabungannya, dan masih adem ayem aja.
Semuanya
udah berubah, kapan giliran saya???
Pontianak,
8 Nopember 2007 14.35 WIB-Menuju Cakrawala Menggapai Cahaya Surga
2 Comments »
Posted by: h0541n in Poetry
I was her, she was meWe were one, we were freeAnd if there's some-body calling me onShe's the (Bb) one (EbM7)
If there's some body calling me onShe's the one...We were young, we were wrongWe were fine all alongIf there's somebody calling me onShe's the one
If there's somebody calling me onShe's the oneWhen you get to where you wanna goAnd you know the things you wanna know, you'reSmiling...
When you've said what you wanna sayAnd you know the way you wanna play, yeahYou'll be so high you'll be Flying
Though the sea will be strongI know we'll carry on'Cos if there's somebody calling me on'She's the one
If there's somebody calling me onShe's the one...
Note : Thanks 2 robbie williams...Lagu ini mengingatkanku akan kampung halaman...dan aku menyanyikannya dengan hati
1 Comment »
Posted by: h0541n in Poetry
Menepis fajar yg
bertahta di perantara Subuh, ditandai pergantian malaikat malam dan malaikat
siang.
Saat penegak dien
kembali dari rumah Tuhan menuju peraduannya, saat semua makhluk Tuhan terjaga
demi lanjutkan hidup yang telah digariskan.
Kau datang dalam
alur embun yang menetes dari pucuk daun bunga sepatu… Perlahan, terjun bebas
menuju bumi menembus tanah.
Hiruplah….Ciumlah…
Rasakan dalam setiap rongga dalam dadamu, saat embun membasahinya… membaui
tanah yg segar menyengat pagi… Saat dirimu kembali hadir hari ini…
MY SUNSHINE… Tetaplah terbit dalam hati di hariku
No Comments »
Posted by: h0541n in opini
hwaah… air mati, lampu mati, mau jadi apa kota ini… tapi masih mending lah mati lampunya gak kyk pas bln puasa kemaren … Kalbar udah mo ganti gubernur neh, alhamdulillah pilkadanya aman, gak ada rusuh2an, gak ada protes2an, semua bisa berlapang dada menerima pilihan rakyat kalbar, moga ntar ampe pelantikan situasinya tetep aman2 aja.
Selamat ya buat pak gub n wagub yang terpilih, jangan lupa janji2nya, n kalo bisa jangan ada air dan lampu yg mati lg di esok hari, hari gini masih gelap2an… capek dehh…, hari gini gak mandi, mambhu kwetek dehh…
ngomongin soal jabatan, denger2 bendaharawan di kantor udah kecapekan minta dganti, dah 8 tahun katanya, n denger2 ane digadang2 buat gantiin, duh robbi… jangan sampe deh ya, bukannya sy tidak mensyukuri amanah, tp kasian ntar orang2 kantor pada telat semua gajinya kalo ane yg jd bendaharawan.
No Comments »
Malam tadi aku gak bisa tidur… lagi.
Arrgghhh….
Entah sudah malam yang keberapa berturut2 aku g bs larut dan terlelap dalam mimpi. Curhat ama temen via handphone, dia bilang, “Gampang kok bro, kamu matiin lampu, trus tinggal merem n kosongin aja pikiran, gak lama deh pasti kamu udah ngilerin bantal”.
Bah…ngomong sih gampang, dikira aku gak nyobain berjuta teknik menghindari imsomnia apa, dari ngitung kambing ampe ngitung bulunya kambing juga udah gw jabanin,
Ambil wudhu, sholat dua rakaat, kok masih juga belum menenangkan hati ini. Baca buku berat, Al-Islam Said Hawwa, novel Gadjah Mada, ampe yang ringan kayak Kungfu Komang, masih juga gak memberatkan mata ini. Aku ampe bingung sendiri, apa sebenernya yang aku pikirin. Toh aku gak ngerasa ada masalah berat yang sampe harus menyita pikiran dan perhatian.
Keluarga di kampung sehat2 aja tuh, gak ada masalah, gak ada keluhan, paling juga masalah nyiap2in rumah nyambut bulan puasa, n masalah laen yang gak butuhin gw buat diselesein.
Kedua ortu juga sehat wal afiat, gak ada keluhan apa2. Emang seh, 2 hari yang lalu waktu aku bilang gak bisa pulang karna harga tiket yang melonjak, bokap dengan nada sedikit memaksa mewajibkan aku supaya bisa pulang lebaran ini, apapun caranya Tapi ya wajar lah, kan tahun kemaren aku udah gak pulang, kalo tiket mah namanya rejeki bisa aja lah dari mana datengnya, minjem juga gak apa2, ntar bisa dibalikin di akhir tahun pas IPK dah keluar.
Masalah kerjaan? Duh, mana ada seh, di tempat pelayanan ini mah masalah juga paling datengnya cepat selesenya juga cepet. Calon WP yang minta dibikinin NPWP setengah hari bisa jadi, gampang, asal Kasi TUPnya ada, bise kite… Atau WP yang mo ngelapor trus minta dikasih formulir yang “agak banyak sikit lah bang!!!” (lah ini mao minta banyak apa minta sikit jak???) , biasa ajalah, gampang juga kok, kalo formulirnya abis tinggal bilang aja “Dah abis dah nie bang”, paling juga dia ngomel2 bentar trus pulang. Intinya gak bakal ada masalah kerjaan yang harus aku pikirin ampe mumet, kening berlipet, sampe2 harus frustasi ngiris nadi pake silet. Ape can?
Nah mungkin ini nih de, mbak koorlak di samping mejaku mengungkap satu kemungkinan lagi, kamu tuh mikirin pengumuman d3 khusus yang ampe sekarang gak keluar2, makanya kamu frustasi trus ampe kepikiran, yang bikin kamu jadi gak bisa tidur.
Iya kali ya, bener juga. Tapi aku pikir2 lagi…. ah gak juga, emang sih aku ngarep, tapi kalaupun gak lulus aku juga udah punya rencana2 laen yang udah mateng kok. Lagian, pas ujian kemaren toh aku gak rajin2 amat belajarnya, ngisinya juga gak yakin2 banget, so nothing to lose n show must go on lah. Jadi masalah d3 khusus aku rasa juga bukan penyebab aku gak bisa tidur malam tadi.
Jadi apa dunks… cape deehh… pusing ahh…
Akhirnya aku mencoba bertanya dan mencari solusi pada seseorang yang aku tuakan, yang pandai memberi nasehat, dan dia mantan rekan kerja sebelum aku pindah ke tempatku yang sekarang.
Can you believe what he said???
Selesai gw cerita n curhatin masalah susah tidur gw….., gw kaget banget ama reaksi pertamanya…
“Hahahaha…”. Bapak tua itu CUMA tertawa, asli ketawa (tua2 gitu masih bisa ngetawain kita yang masih muda ini) pelan sih ketawanya…. tapi tetep aja… DALEMMMM (euuhhh… sungguhhh.. terrlaluh), dan kemudian, (dengan gaya seperti berpikir berat sebelumnya, kayak GM Utut Adianto maen catur n dikalahkan ama Deddy Cobuzier) dia trus bilang…..
“Kamu itu cuma perlu teman di saat tidur, jadi segera aja…. NIKAH GITU LOH”.
Hfyuuuuuhhhh…. Jadi……. nikah ya solusinya….. Iya deh, tak pikir2 dulu.
Ps: Dan tentu saja, menikah bukan hanya untuk mencari teman di kala tidur.
Sumber: Obrolan sore menunggu absen dengan pak haji
“Menuju cakrawala Menggapai cahaya surga”
No Comments »
Posted by: h0541n in opini
Dua minggu terakhir ini, malam2ku aku lewati dengan menguliti lembar demi lembar novel seri terakhir Harry Potter and The Deadly Hallows. Akhir yang menakjubkan, amazing, dan aku pikir gak banyak orang yang bisa menebak.
Memang ada tokoh utama yang mati, seperti pengakuan J.K. Rowling saat merilis novel seri sebelumnya HP and The Half-Blood Prince, di seri itu The Half-blood Prince yang ternyata adalah Severus Snape membunuh Albus Dombledore. Tapi yang mati bukanlah tokoh central. Harry, Ron, Hermione plus Ginny bahkan di akhir cerita digambarkan bagaimana mereka menjadi sebuah keluarga.
Aku hanya mencoba menilai dari sisi yang lain, bahwa seorang murid yang terbelakang, freak, loser seperti Neville atau Luna bisa memberi manfaat yang besar bagi keselamatan dan kemenangan Harry, tapi bukan Neville atau Luna yang aku maksud, Severus Snape, that’s what I mean.
Why?
Menurutku yang sangat berperan besar dalam novel ini justru Snape. Kalo kamu baca dari buku pertama, kamu pasti tahu kalau Snape sangat membenci Harry, dan kamu berharap Severus lah penjahat utama selain Voldemort. Memang Snape sangat membencinya, tapi bukan karena dia seorang Pelahap Maut, atau pendukung setia Voldemort, bukan…bukan itu. Alasan Snape membenci Harry sangat simple, sederhana dan merupakan alasan dasar bagi siapa saja orang baik bisa berubah become an evil, atau kebalikannya. Juga alasan kenapa Lily Potter mengorbankan nyawanya untuk kehidupan anaknya, alasan kenapa Fleur Delacour bersedia tetap menikah dengan Billy Weasley even he’d been bitten by Fenrir Greyback the werewolf.
Ya, Snape membenci Harry karena CINTA, bener, hanya karna cinta, Snape sangat tergila2 dengan Lily Evans, bahkan sampai mati pun dia masih mencintai Ibu dari Harry Potter itu. Dia membenci Harry karena anak itu terlalu mirip dengan ayahnya, baik sifat maupun fisiknya.
Sewaktu Snape masih sekolah di Hogwarts, dia anak yang terbelakang, tanpa teman, suka menyendiri, tidak bisa Quidditch, bukan kesayangan guru, tapi Severus sebenarnya pintar, sangat pintar malah, hingga bisa menguasai Ramuan, dan membuat sihir2 baru berupa kutukan mematikan sekaligus kontra kutukannya. Snape cuma punya satu teman dekat, Lily Evans. Snape bertetangga dengan Lily, seorang Muggle yang sewaktu kecil bisa berbuat keanehan melayang dari ayunan di depan Petunia, saudaranya. Snape lah yang memberi tahu kalo Lily adalah penyihir, dan nanti akan ada surat dari Hogwarts yang akan memanggil mereka untuk bersekolah.
Seperti kebanyakan pemikiran dan ego seseorang yang mencinta, Snape merasa kalau dia lah yang berhak menjadi pendamping Lily, karena dia bertemu, mengenal dan berteman dekat lebih dahulu dari siapapun cowok di Hogwarts yang ingin mendekati Lily. Apalagi jika cowok itu seorang James, Seeker Gryffindor sang juara Quidditch, tidak terlalu pintar tapi selalu mendapat perhatian guru dan teman2nya, selalu didampingi teman2 dekatnya untuk membuat kenakalan anak sekolah umumnya, yang setiap malam bulan purnama selalu pergi ke hutan terlarang bersama Sirius, Peter, n Remus yang Snape gak tau keonaran apalagi yang mereka buat disana, yang selalu mengganggunya dengan sihir2 yang anehnya buatan Snape sendiri, hingga heran mengapa James bisa mengetahui sihir ciptaannya.
Snape cemburu, menyesali masuknya Lily ke asrama Gryffindor, bukannya ke Slytherin bersamanya, dan meratapi kedekatan Lily dengan kelompok James.
Mereka berdua berdebat akan kedekatan Lily dan James cs, Lily mempermasalahkan kedekatan Severus dengan anak2 Slytherin yang sering mengganggu anak lain dengan menggunakan sihir hitam, sedang Lily membela James yang walaupun sedikit usil tetapi tidak menggunakan sihir hitam.
Tapi Severus mempertanyakan apa yang anak2 itu lakukan di malam purnama di hutan terlarang, yang sayangnya Lily juga nggak tau kalo James, Sirius n Peter sebenernya bertransformasi menjadi rusa jantan, anjing dan tikus, menemani Remus Lupin yang berubah menjadi srigala. Mereka berdua hanya bisa mengira bahwa James berteman dengan seorang werewolf.
Lily masih tetap perhatian ama Severus, mengajak bicara, dan tetap dekat dengannya. Sampai Severus melakukan satu kesalahan yang tak termaafkan. Di suatu saat, Severus yang marah melihat Lily bersama James cs kemudian mengumpat Lily dengan sebutan Mudblood.
Mungkin sejak saat itu Lily menjauh dari Severus, meski dia sudah memohon ampun dan maaf, dan mengakui itu bukanlah kesalahan yang ia sengaja, Lily tetap tidak bisa memaafkannya, karena Lily menganggap Severus juga seorang palahap maut dan pengagum Lord Voldemort hingga dengan teganya Severus mengumpat dengan sebutan Mudblood, dan akhirnya Severus membenci James dengan sangat, hingga ketika ia melihat Harry seakan-akan sosok James sedang tertawa2 di depannya. Kisah cinta biasa sebenarnya, sangat sering terjadi di dunia kita, atau di sinetron mungkin.
Snape menjadi anggota Pelahap Maut, dan mengabdi pada Voldemort, namun sejak Voldemort membunuh Lily, dan atas bujukan (tekanan mungkin) dari Dumbledore, Snape ingin membalas kematian kekasihnya, akhirnya Snape berada dalam lingkaran Dumbledore untuk memata2i Voldemort, yang menugaskan Draco untuk membunuh Dumbledore, Snape diperintahkan oleh Dumbledore agar ia yang mengekskusi kematiannya secara langsung tanpa rasa sakit sedikitpun. Dumbledore tau ia tak akan hidup lebih dari 1 tahun karena terluka saat mencoba menghancurkan salah satu horcrux Voldemort berupa Cincin milik Marvolo Gaunt, kakek dari Voldemort.
Akhirnya Snape sendiri mati di tangan Voldemort karena ambisinya untuk memiliki Tongkat tak terkalahkan, Elder Wand, yang akan berpindah kepada penyihir yang membunuh pemilik sebelumnya. Ya, karena satu alasan, Dumbledore memiliki tongkat itu, kemudian berpindah pemilik pada Severus Snape (seperti yang Voldemort pikir), karna itulah dia membunuh sendiri Murid, Pelahap Maut, dan Pengikut yang dia pikir paling setia padanya.
Di akhir kematiannya, Snape yang sekarat memberikan kenangan2 yang berguna kepada Harry, yang berada di dekatnya memakai jubah gaib saat Voldemort membunuh Snape. Termasuk kenangan saat ia pertama kali berbicara dengan Lily Evans di waktu cewek itu bermain ayunan dengan Petunia kakaknya. Kenangan yang menggambarkan pada Harry, betapa Snape sangat mengagumi dan tergila-gila dengan ibunya, bahkan sampai ia mati, dan ia mati untuk Lily Evans, Cinta Pertama dan Cinta Terakhir, Satu-satunya Cinta yang dimiliki oleh Severus Snape. Love of His Life…
1 Comment »
Posted by: h0541n in Poetry
Kelam sunyi
Saat angkuhnya langit membasahi bumi
Sssshhhhhh……..fffffffffhhhhhh….
Dalam…..
Nafasku terhela…sangat dalam…
Membaui tanah yang terbasahi air kehidupan
Pada genangnya aku berkaca….
Dan masih disini
Ternyata aku masih disini…
No Comments »
|